Reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 adalah gerakan yang memiliki tujuan untuk melakukan perubahan dan pembaruan, terutama perbaikan tatanan kehidupan dalam bidang ekonomi, politik, hukum, dan sosial.
Era reformasi dimulai pada tahun 1998, tepatnya saat kejatuhan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Saat itu, B.J. Habibie, yang merupakan wakil presiden, diketahui menggantikan Soeharto. Ketika itu, krisis finansial Asia menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan juga ketidakpuasan masyarakat menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam rangkuman masa reformasi, setelah terjadinya Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998, pemerintahan Soeharto semakin disorot. Tragedi ini menyebabkan 4 mahasiswa tertembak mati dan memicu kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena tekanan yang didapatkan dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 Mei 1998.
Setelah pengunduran diri Soeharto, B.J. Habibie dilantik sebagai presiden dan melakukan berbagai reformasi politik di Indonesia. Pada tahun 1999, Abdurrahman Wahid atau dikenal juga sebagai Gus Dur dilantik sebagai Presiden Indonesia. MPR kemudian memakzulkan Gus Dur dan mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai presiden. Pada tanggal 25 Juli 2001. Gus Dur meninggalkan istana untuk terbang ke Amerika Serikat untuk merawat kesehatannya.
Pada tahun 2001 hingga 2024, Indonesia dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri dan pada tahun 20014 hingga 2014, Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi Presiden RI. Penerusnya adalah Joko Widodo yang menjadi Presiden Indonesia dari tahun 2014 hingga 2024 dan pada tahun 2024 hingga 2029, Indonesia dipimpin oleh Prabowo Subianto.







Leave a Reply